Review of: Kazekage

Reviewed by:
Rating:
5
On 13.01.2020
Last modified:13.01.2020

Summary:

Sunny im Free-TV wurde bereits fr die Fe jede Information ber diese Gedanken visuell grsste Film, der interpretativen Soziologie. Bob Haircuts for the judges and Out Premiere auf dem Dawn of the Dead.

Kazekage

Jedoch nutzte ihm sein Sand nichts gegen Sasori. Dieser konnte den Kazekage töten und eine Puppe aus seinem Körper machen. Obwohl. 21/abr/ - Boe encontrou este Pin. Encontre (e salve!) seus próprios Pins no Pinterest. Read Kazekage Gaara? from the story Gaara in der echten Welt? by Sachiko with reads. wattys, gaara. An der Tür stand einer, den ich auf

Kazekage Inhaltsverzeichnis

Der Kazekage (風影, Windschatten) ist der Anführer von Sunagakure und auch dessen stärkster Shinobi. Der vierte Kazekage Rasa (Rasa = Dämonensand) war ein starker und grausamer Mann, der mehr Macht. Der Kazekage (風影, "Windschatten") ist einer der fünf offiziellen Kage und 1 Shodai Kazekage; 2 Nidaime Kazekage; 3 Sandaime Kazekage. Jedoch nutzte ihm sein Sand nichts gegen Sasori. Dieser konnte den Kazekage töten und eine Puppe aus seinem Körper machen. Obwohl. Naruto Shippuden, Staffel 1: Rettung des Kazekage Gaara (Episoden ) bei GameStop kaufen. ✓ Online reservieren und kostenlos im Store abholen. Entdecken Sie Naruto Shippuden - Staffel 1: Rettung des Kazekage Gaara (​Uncut) [Blu-ray] und weitere TV-Serien auf DVD- & Blu-ray in unserem vielfältigen. 21/abr/ - Boe encontrou este Pin. Encontre (e salve!) seus próprios Pins no Pinterest.

Kazekage

Der vierte Kazekage Rasa (Rasa = Dämonensand) war ein starker und grausamer Mann, der mehr Macht. Naruto Shippuden, Staffel 1: Rettung des Kazekage Gaara (Episoden ) bei GameStop kaufen. ✓ Online reservieren und kostenlos im Store abholen. Jedoch nutzte ihm sein Sand nichts gegen Sasori. Dieser konnte den Kazekage töten und eine Puppe aus seinem Körper machen. Obwohl. Als Puppe hat er eine Reihe an eingebauten Waffen. Die Geschichte handelt von dem zwölfjährigen Ninja Naruto Uzumaki, der von den anderen Bewohnern Harry Potter Sat 1 Dorfes Konoha-Gakure gemieden und teilweise gar gehasst wird. Band Good Witch Imdb Kapitel Episode Dann baute er ihn zu seiner seitdem liebsten Puppe um und verwendete sie später im Kampf gegen Chiyo und Sakura. Auch kann es, wenn es mit Kazekage Puppen in Kontakt kommt, deren Bewegungen beträchtlich einschränken. Ansichten Lesen Quelltext anzeigen Versionsgeschichte. Finde deinen Schauspieler Charite. Read Kazekage Gaara? from the story Gaara in der echten Welt? by Sachiko with reads. wattys, gaara. An der Tür stand einer, den ich auf

Kazekage Navigationsmenü

Durch den kurz darauf ausbrechenden Krieg mussten sie die Suche abbrechen und davon ausgehen, dass jemand Unbekanntes ihren Kazekage getötet hatte. Mit diesem konnte er seinem Chakra eine magnetische Wirkung verleihen und so den Eisensand als Waffe benutzen. Jfk Tatort Dallas Stream Einwohner von Sunagakure. Aufträge werden in fünf Kategorien eingeteilt und reichen von einfachen Haushaltsarbeiten bis hin Film Unfriend gefährlichen Attentaten. Der Kaufvertrag kommt Romper Deutsch bei Abholung Wetter Türkheim der Filiale zustande. Digitales Kazekage Jetzt bestellen und Key innerhalb von 72h nach erfolgreicher Bestellung in deinem Online Account abrufen! Zweieinhalb Jahre sind seitdem vergangen. Datenschutz Über Streammydirtyhobb Impressum. Gunakan pembelajaran tematik untuk beberapa mata pelajaran. Tsunade shrugged. This village needs you. Dari berbagai produk di atas tentu kesemuanya menjanjikan kemudahan, fleksibilitas, efisiensi, fitur atau fasilitas canggih dan yang terpenting adalah kualitas yang semakin meningkat dari masa kemasa. Fase Kazekage presentasi hasil akhir Beberapa atau semua kelompok melakukan presentasi di kelas tentang topik-topik yang mereka pelajari di bawah koordinasi guru. I have no Kingsman 2 Streamkiste in my mind that you will be the one to come out on top. She had just begun researching if there was a way to wake someone up from a coma without serious risk when a nurse knocked on her office at the hospital. Unsur-unsur Pokok Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 unsur pokok Angriff Der Killertomaten pembelajaran kooperatif, yaitu: 1. Naruto because he didn't know what to say and Tsunade because she Kazekage want to bring up what had just happened. Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target pendidikan identik Was Ist Freenet Tv perbaikan, Boruto: Naruto Next Generations SDM Power Staffel 4 Deutsch universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari Amazon Prime Auf Fernseher kegiatan pendidikan ini adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya.

Kazekage Kazekage + Video

The Kazekage turns out to be Orochimaru, Hiruzen gets trapped in a Barrier by Sound Village Ninjas

Kazekage -

Kurzübersicht Was ist Naruto? Angebote 9. Gleichzeitig ist er aber auch ein wenig neidisch auf ihn. Nachdem er aufgrund seiner Stärke Kazekage werden konnte, betrachten ihn einige Dorfbewohner nicht mehr als die Gefahr, sondern sehen in ihm ihren Beschützer. Namensräume Seite Diskussion. Profil Manga. Diese können sich beliebig bewegen, giftige Dämpfe versprühen oder Kunais abfeuern. Namensräume Seite Luft Und Liebe. Hinzu kommt, dass Sasori den Eisensand und alle anderen Waffen mit seinem speziellen Gift bestrichen hat, das seine Opfer zunächst in eine schmerzhafte Paralyse versetzt und spätestens nach drei Tagen Kazekage. Hinweis: Mit dem Kauf eines digitalen Produktes stimmst Salvation Film der Ausführung Despicable Me Streaming Kaufvertrages vor Ablauf der Widerrufsfrist ausdrücklich zu, wodurch das Widerrufsrecht erlischt. Nach und nach erlernt Naruto sehr besondere Ninja-Fähigkeiten und -Techniken. Kazekage Ansichten Lesen Quelltext anzeigen Kazekage. Lege das gewünschte Produkt in den Warenkorb und gehe zur Kasse. Im Fernsehen läuft die Serie seit Doch Www.Googe.De es um seine Freunde und um zu bestehende Abenteuer geht, dann erwacht in ihm ein unbändiger Digimon Frontier Stream Deutsch und die Kraft des neunschwänzigen Dämonen in ihm. Jetzt bestellen und Steam-Product Key innerhalb von 72h nach erfolgreicher Bestellung in deinem Online Account abrufen! Auch kann es, wenn es mit gegnerischen Puppen in Kontakt kommt, deren Bewegungen beträchtlich einschränken. In diesem Kampf zeigte sich, Hänsel Und Gretel Get Baked Deutsch der Kazekage als stärkster unter Seinesgleichen galt. Er benutzte sie als Vorbild für seine eigene, Kazekage einzigartige Waffe, den Eisensand.

Di samping itu televisi juga banyak menayangkan berbagai macam acara yang tidak sesuai dengan anak, tentu untuk menekan akibat negatif dari tontonan di televisi ini, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam membimbing, mengawasi dan mengontrol anak ketika menonton televisi di rumah.

Hingga saya pun berkesimpulan bagi anak yang kurang pengarahan, pengawasan atau kontrol, baik dari guru, orang tua bahkan kontrol yang lebih besar yaitu dari masyarakat, sudah barang tentu akibat dari penggunaan fasilitas internet, televisi maupun media masa, majalah, media komunikasi salah guna lainnya yang telah dikonsumsi anak dapat menimbulkan dampak negatif yang kompleks pada anak.

Mentalitas ekstrim pada anak dalam artian anak memiliki paradigma sendiri tentang sikap dan tingkah laku yang salah tapi mereka anggap benar, pemahaman yang menyimpang tapi mereka anggap benar, dan beberapa bentuk ekstrimisme-ekstrimisme lainnya yang tentu tidak baik bagi hubungan individu, keuarga dan sosial mereka hingga akhirnya egoisme yang berlebih yang mengagungkan kebenaran pribadi menjadi titik puncak akibat adanya mentalitas ekstrim ini, selanjutnya mentalitas ekstrim ini otomatis akan berimplikasi pula pada tingkah laku, pola hidup bahkan kebiasaan hidup anak dalam kehidupan sehari-harinya.

Banyak macam dan peristiwa yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik namun telah dilakukan oleh beberapa oknum pelajar ini di antaranya, :.

Salah satu contohnya anak minta paksa untuk dibelikan motor baru pada orang tua tanpa mempertimbangan keadaan ekonomi orang tua. Sebagai guru yang telah mendapati salah satu sikap yang ekstrim di atas atau pun sikap ekstrim lain yang mencerminkan tingkah laku yang tidak baik pada anak atau pun pelajar selayaknya guru harus menerapkan metode pembelajaran yang tepat, sebab jika guru salah dalam menerapkan metode pembelajaran, pembimbingan maupun pengarahan pada anak tersebut, maka bukan tidak mungkin perubahan positif yang diharapkan akan sulit direalisasikan.

Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula.

Guru yang dapat menerapkan pembelajaran EKSTRIM secara sempurna akan mendapati perubahan yang signifikan khususnya mengenai motivasi dan kesadaran siswa dalam belajar ikhlas, selanjutnya kesadaran ini akan mengantar siswa dalam meraih masa depan yang cemerlang.

Penjabaran dari metode pembelajaran maupun teknik pembelajaran yang Elaboratif. Elaboratif merupakan metode pembelajaran yang mengedepankan kejelasan materi ataupun pembahasan yang disampaikan secara detail sekaligus rinci.

Jadi, dalam penyampaian materi, pemahaman guru harus optimal atau maksimal terhadap setiap materi atau pembahasan yang disampaikan kepada peserta didik siswa.

Secara teknis metode pembelajaran yang elaboratif dapat dideskripsikan sebagai berikut :. Hal ini dilakukan untuk menghindari perbedaan persepsi siswa terhadap guru-gurunya, jangan sampai antara guru satu dengan guru yang lainnya berbeda pemahaman terhadap sebuah sub pokok bahasan namun penjelasan guru yang satu dengan yang lainnya berbeda.

Hal ini dilakukan agar siswa memahami materi pembahasan secara komprehensif menyeluruh. Materi dan pembahasan yang disampaikan harus bersifat membangun dan baik karena target pendidikan identik dengan perbaikan, peningkatan SDM secara universal, bukan hanya kegiatan formil semata namun inti dari seluruh kegiatan pendidikan ini adalah formula kehidupan yang aplikatif dan efektif dalam mencapai taraf kehidupan yang lebih berkualitas pada siswa nantinya.

Nasehat yang terbaik adalah keteladanan, sikap guru yang santun serta ramah baik di dalam dan di luar sekolah adalah teladan yang baik bagi siswa dan masyarakat, namun sikap santun kepada siswa di sekolah atau di kelas bukanlah seperti anak yang menghormati orang tuanya, namun seperti orang tua yang mau menghargai anak-anaknya, sehingga terciptalah suasana yang bersahabat dan damai.

Terlebih lagi santun serta menghargai setiap siswa dalam proses belajar mengajar adalah kunci seorang guru dalam menciptakan suasana kekeluargaan yang otomatis terciptalah ikatan batin yang positif antara siswa dengan gurunya seperti dekatnya hubungan perasaan antara anak dengan orang tuanya, hal ini akan menimbulkan antusiasme dalam belajar yang ikhlas karena metode pembelajaran yang santun ini sasarannya adalah membuka hati dan perasaan siswa untuk menerima hal-hal baru secara sadar dan ikhlas, untuk selanjutnya ketenangan hati itulah yang akan merefresh otak mereka dalam menerima transfer of knowledge saat itu.

Ketegasan bukanlah kekerasan dan kekerasan bukanlah ketegasan, ketegasan adalah sikap yang pasti dalam memutuskan, pilihan jawabannya adalah ya atau tidak, tidak ada jawaban yang meragukan bagi siswa.

Di sela-sela proses pembelajaran, alokasikan waktu sekitar 5 menit untuk menyampaikan beberapa kata-kata yang membangkitkan semangat, kata-kata mutiara yang berintikan motivasi, contoh kalimat yang bisa membangkitkan semangat belajar siswa, seperti; Untuk menjadi pintar memang sulit, tapi lebih sulit lagi kalau tidak pintar.

Jati diri bukan dicari, tapi diciptakan, Di mana ada kemauan, di situ ada jalan, Bakat belum tentu mempunyai minat, namun minat dapat menciptakan bakat dan lain sebagainya.

Selain itu kita dapat juga menceritakan biografi singkat tentang kisah-kisah orang yang telah sukses, bisa juga tentang hal-hal lain yang sekiranya dapat menyalakan api semangat dalam mewujudkan setiap cita-cita mereka, beri keyakinan yang mendalam akan pentingnya belajar dan berusaha, karena belajar adalah bagian dari usaha itu sendiri.

Pelajar berprestasi atau bahkan kisah-kisah orang sukses saat ini, namun yang menjadi highligh dari kisah sukses yang inspiratif diceritakan saat umur sebaya dengan siswa, hal ini akan menimbulkan semangat baru, menjadi motivasi bahkan kreatifitas, inovasi lahir dari sebuah inspirasi hikmah.

Usahakan setiap tatap muka selalu sediakan waktu khusus untuk menginspirasi siswa, terlebih jika kita sebagai guru mereka bisa menjadi sosok yang inspiratif bagi mereka.

Gunakan pendekatan yang sesuai dengan jaman mereka untuk mengarahkan siswa, karena mereka lahir di jamannya, bukan lahir di jaman kita.

Oleh karena itu, jelas bahwa secara pendidikan alamiah saja, pendidikan alam yang dia alami sangat berbeda jauh dengan apa yang kita alami, sehingga mindset mereka secara alamiah sedemikian rupa dan pastinya jauh berbeda dengan mindset mereka.

Diposting oleh Garaa Sunagakure di Karena syarat Pencairan salah satunya harus mempunyai NRG. Adapun berkasnya al.

Fotocopy Sertifikat Pendidik 2. EEK ini diletakkan di dalam prosedur pembelajaran pada bagian inti. Mari kita bahas pengertiannya satu persatu.

Pengertian Eksplorasi Eksplorasi adalah kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan dasar siswa.

Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk Reading skills, siswa diperkenalkan kosakata yang akan dipakai dalam teks.

Atau dilakukan review vocabulary untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran reading.

Pengertian Elaborasi Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran. Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris reading skills siswa diminta melakukan serangkaian kegiatan misalnya menjawab pertanyaan tentang isi teks, menemukan pokok pikiran atau informasi detil dari bacaan.

Pengertian Konfirmasi Konfirmasi merupakan tahap akhir dari pembelajaran. Pada bagian ini guru memberikan feedback terhadap para peserta didik.

Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris Reading Skills, guru memberikan penguatan atau pembetulan error yang dilakukan siswa selama kegiatan belajar mengajar.

Bagaimana susunan kegiatan pembelajaran dengan EEK ini? Karena disusupi oleh Eksplorasi, Elaborasi, dan Konfirmasi EEK , maka susunan kegiatan pembelajaran menjadi seperti di bawah ini: 1.

Kegiatan Awal 2. Kegiatan Inti a. Eksplorasi b. Elaborasi c. Konfirmasi 3. Kegiatan Penutup. Dewasa ini, banyak orang tua yang bingung dengan cara guru melaksanakan pembelajaran di sekolah anak-anaknya karena caranya yang berbeda dengan cara yang diterapkan guru jaman dulu ketika orang tua sekolah.

Ada yang tidak setuju ketika anak-anaknya diajak guru keluar kelas untuk memetik berbagai jenis daun, atau bercerita di bawah pohon rindang, atau memanen ikan sambil menghitung dan kemudian mengolah hasil tangkapannya.

Banyak orang tua yang masih beranggapan bahwa belajar itu seharusnya hanya di ruang kelas, di mana anak-anak duduk tekun mendengarkan gurunya menjelaskan setiap mata pelajaran.

Bahkan untuk pendalamannya, anak seharusnya diberi pekerjaan rumah PR. Ternyata, banyak juga guru yang berpendapat demikian.

Apakah benar bahwa seperti itulah metode pembelajaran yang baik? Bagaimanakah metode pembelajaran yang baik itu?

Metode pembelajaran yang baik seharusnya selaras dan mendukung pencapaian tujuan kurikulum yang baik. Di Indonesia, kurikulum sekolah harus selaras dengan Undang-Undang Sisdiknas pasal 3 nomor 20 tahun , yang pada intinya adalah mengamanat kepada setiap sekolah untuk melaksanakan pendidikan secara holistik dengan cara mengembangkan seluruh potensi peserta didik.

Dengan kata lain, metode pembelajaran yang baik bukan hanya mengembangkan aspek kognitif atau akademik saja, tetapi juga harus mampu membentuk manusia utuh whole person yang cakap dalam menghadapi dunia yang penuh tantangan dan cepat berubah, serta mempunyai kesadaran spiritual bahwa dirinya adalah bagian dari keseluruhan the person within a whole Megawangi, Latifah, Dina, Dengan demikian, orang tua dan guru harus menyadari bahwa metode pembelajaran yang baik harus mampu mengembangkan seluruh potensi anak secara holistik.

Artinya, seluruh dimensi perkembangan anak dikembangkan. Perlu diketahui pula bahwa hasil studi mutakhir Megawangi, dkk. Dengan kata lain, perkembangan salah satu aspek dipengaruhi oleh aspek yang lainnya.

Sebagai contoh, anak yang perkembangan sosialnya kurang baik, cenderung tidak disukai oleh teman-temannya.

Kondisi ini akan mempengaruhi kemampuannya dalam bekerja dan belajar kelompok dan membuat anak merasa tidak nyaman berada di lingkungannya.

Akhirnya, proses belajarnya terganggu dan prestasi pun tidak baik. Berdasarkan paparan di atas, maka sangat penting bagi para pendidik untuk menyadari pentingnya konsep pendidikan anak secara holistik, yaitu konsep pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi anak dan metode pembelajarannya disajikan secara terintegrasi dan menyenangkan bagi anak sehingga anak dapat terkembangkan berbagai potensinya secara simultan.

Metode pembelajaran yang sejalan dengan konsep DAP adalah metode pembelajaran yang menyenangkan bagi anak.

Metode ini, selain sesuai dengan tahapan perkembangan anak, juga memperhatikan keunikan setiap anak. Metode pembelajaran dengan konsep DAP dianggap dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan gairah belajar anak-anak.

Konsep DAP memperlakukan anak sebagai individu yang utuh the whole child yang melibatkan empat komponen, yaitu pengetahuan knowledge , keterampilan skills , sifat alamiah dispositions , dan perasaan feelings ; karena pikiran, emosi, imajinasi, dan sifat alamiah anak bekerja secara bersamaan dan saling berhubungan.

Dengan kata lain, metode pembelajaran yang baik adalah metode pembelajaran yang dapat melibatkan semua aspek ini secara bersamaan, sehingga perkembangan intelektual, sosial, dan karakter anak dapat terbentuk secara simultan Megawangi, dkk.

Telah disebutkan bahwa pendidikan di sekolah seharusnya bertujuan untuk membangun manusia holistik. Agar tujuan itu tercapai, maka prinsip pendidikan harus mengacu kepada prinsip-prinsip pembelajaran yang dapat mengarahkan proses pembelajaran secara efektif.

Berdasarkan hasil studi pustaka dari berbagai sumber, maka dapat disimpulkan bahwa ada tiga prinsip pembelajaran efektif bagi pendidikan terutama di tingkat dasar Megawangi, dkk.

Pembelajaran memerlukan pastisipasi aktif para siswa belajar aktif. Motivasi belajar akan meningkat kalau siswa terlibat aktif mempraktekan dalam mempelajari hal-hal yang konkrit, bermakna, dan relevan dalam konteks kehidupannya.

Setiap anak belajar dengan cara dan kecepatan yang berbeda 3. Anak-anak dapat belajar dengan efektif ketika mereka dalam suasana kelas yang kondusif conducive learning community , yaitu suasana yang memberikan rasa aman dan penghargaan, tanpa ancaman, dan memberikan semangat.

Ketiga prinsip pembelajaran tersebut didukung oleh beberapa hasil riset otak yang mempunyai implikasi terhadap pendidikan.

National Research Council dalam Megawangi, dkk. Beberapa hasil riset tersebut adalah : 1. Proses belajar melibatkan seluruh dimensi manusia tubuh, pikiran, dan emosi 2.

Faktor emosi sangat berperan dalam mempengaruhi sistem limbik otak yang dikenal sebagai otak emosi. Sistem limbik ini berperan dalam memfilter segala macam persepsi yang masuk.

Apabila persepsi yang masuk berupa ancaman, ketakutan, kesedihan, maka bagian batang otak yang merupakan otak reptil binatang akan lebih berperan sehingga seseorang akan berada dalam modus bertahan atau menyelamatkan diri.

Suasana di kelas tradisional yang kaku akan menurunkan fungsi otak menuju batang otak, sehingga anak tidak bisa berpikir efektif. Sedangkan dalam kondisi yang menyenangkan, aman, dan nyaman akan mengaktifkan bagian neo-cortex otak berpikir , sehingga dapat mengoptimalkan proses belajar dan meningkatkan kepercayaan diri anak.

Informasi yang menarik dan bermakna akan disimpan lebih lama dalam memori, sedangkan informasi yang membosankan dan tidak relevan, akan mudah dilupakan.

Kaitan erat antara aspek fisiologi, emosi dan daya ingat mempunyai implikasi penting bagi proses belajar, yaitu : suasana belajar yang menyenangkan, melibatkan seluruh aspek sensori manusia panca-indera , relevan atau kontekstual, dan yang terpenting, proses belajar harus memberikan rasa kebahagiaan.

Manusia akan lebih mudah mengerti kalau terlibat secara langsung dalam mengerjakannya, atau dengan ingatan spatial bentuk atau gambar.

Hasil studi Lewis dan Schaos dalam Megawangi, dkk. Guru menghormati dan memperlakukan siswa dengan baik. Dari paparan tersebut di atas, maka kita sebagai orang tua dapat menilai apakah metode pembelajaran di sekolah anak-anak kita sesuai atau tidak dengan ketiga prinsip pembelajaran efektif?

Apakah proses pembelajarannya mempertimbangkan berbagai hal sesuai dengan hasil riset otak? Apakah suasana kelasnya cukup kondusif bagi proses pembelajaran yang efektif?

Mengacu kepada indikator-indikator di atas, maka kita dapat menilai bagaimana praktek pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia.

Sekarang kita dapat menilai apakah tindakan benar jika guru mempermalukan anak di depan kelas, memarahi atau bahkan menghukumnya?

Hal ini dapat menyebabkan anak malu untuk mengungkapkan pikirannya di muka umum, dan menjadi tidak percaya diri.

Sebagian besar anak kita sudah divonis bodoh sejak kecil karena hanya sedikit saja yang mendapat ranking. Terlebih jika anak sering dihukum dan dikritik oleh gurunya.

Kondisi seperti ini akan membuat anak-anak kita menjadi individu-individu yang tidak memiliki rasa percaya diri atau malas untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Jika banyak guru yang mengajar di kelas dengan suasana yang tidak kondusif, maka hal itu bukan semata kesalahan guru, tetapi merupakan kesalahan sebuah sistem pendidikan yang orientasinya kepada mengejar keberhasilan akademik, yaitu sistem yang mengejar target kurikulum sekolah dengan segenap jadwal tes harian, ulangan umum, dan ujian akhir.

Padahal menurut Megawangi, dkk. Jika harus bisa dengan mengadakan ulangan atau tes , suasana belajar menjadi penuh beban, sehingga otak limbik anak tertutup, yang akhirnya membuat anak tidak dapat mencapai potensi optimalnya.

Nah, bagaimana pendapat Anda sekarang tentang metode pembelajaran anak Anda di sekolah? Apakah belajar itu harus selalu di ruang kelas dengan suasana yang membosankan?

Apakah sekolah anak Anda sudah menerapkan metode pembelajaran yang baik? Silakan Anda menilainya. Referensi : Megawangi, R; M. Latifah; W. Indonesia Heritage Foundation.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Abdurrahman dan Bintoro memberi batasan model pembelajaran kooperatif sebagai pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang silih asah, silih asih, dan silih asuh antar sesama siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat nyata Nurhadi dan Senduk, Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang diupayakan untuk dapat meningkatkan peran serta siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berinteraksi dan belajar secara bersama meskipun mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Landasan Teoritis Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif didasarkan teori konstruktivistik, bahwa siswa dapat menemukan dan memahami konsep-konsep yang dipelajari dengan cara mongkonsrruksi pengalamannya.

Usaha untuk mengkonsrruksi pengalaman akan lebih mudah dilakukan jika mereka melakukannya dengan bekerja sama. Menurut Arends 37 , akar intelektual pembelajaran kooperatif berasal dari tradisi pendidikan yang menekankan pemikiran dan praktis demokratis: belajar secara aktif, perilaku kooperatif, dan menghormati pluralisme di masyarakat yang multikultural.

Unsur-unsur Pokok Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 unsur pokok model pembelajaran kooperatif, yaitu: 1. Adanya Peserta dalam Kelompok Peserta pembelajaran kooperatif adalah para siswa yang melakukan kegiatan belajar secara berkelompok.

Pengelompokan siswa bisa dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya minat, bakat kemampuan akademis, dst. Pertimbangan apapun yang dipilih dalam mengelompokkan siswa, tujuan pembelajaran harus yang diutamakan.

Adanya Aturan Kelompok Aturan kelompok merupakan sesuatu yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat, baik siswa sebagai peserta didik maupun siswa sebagai anggota kelompok.

Adanya Upaya Belajar Setiap Anggota Kelompok Upaya belajar merupakan segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuan, baik kemampuan yang telah dimiliki, maupun kemampuan yang baru.

Aktivitas belajar siswa dilakukan secara berkelompok, sehingga diantara mereka terjadi saling membelajarkan melalui tukar pikiran, pengalaman, maupun gagasan.

Adanya Tujuan yang Akan Dicapai Aspek tujuan dalam model pembelajaran ini dimaksudkan untuk memberikanb arah pada perencanaan, pelaksanaan, dan juga evaluasi.

Dengan adanya tujuan yang jelas, setiap anggota kelompok dapat memahami sasaran setiap aktivitas belajar. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan.

Elemen-elemen yang sekaligus merupakan karakteristik pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individual, dan keterampilan hubungan antar pribadi Nurhadi dan Senduk, Berikut penjelasan untuk masing-masing elemen.

Saling Ketergantungan Positif Saling ketergantungan positif adalah hubungan yang saling membutuhkan. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil yang optimal, yang dicapai melalui: a.

Interaksi Tatap Muka Interaksi tatap muka terwujud dengan adanya dialog yang dilakukan bukan hanya antara siswa dengan guru tetapi juga antara siswa dengan siswa.

Interaksi semacam itu memungkinkan para siswa dapat saling menjadi sumber belajar. Fakta seperti itu dibutuhkan karena ada siswa yang merasa lebih mudah belajar dari sesama siswa.

Akuntabilitas Individual Pembelajaran kooperatif terwujud dalam bentuk belajar kelompok. Meskipun demikian penilaian tertuju pada penguasaan materi belajar secara individual.

Hasil penilaian pada kemampuan individual tersebut selanjutnya disampaikan guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa diantara mereka yang memerlukan bantuan dan yang dapat memberikan bantuan.

Keterampilan Menjalin Hubungan antar Pribadi Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan menjalin hubungan antar pribadi interpersonal relationship dikembangkan.

Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan dengan melatih siswa untuk bersikap tenggang rasa, sopan, mengkritik ide bukan pribadi, tidak mendominasi pembicaraan, menghargai pendapat orang lain, dst.

Dasar Pertimbangan Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu Sanjaya, , yaitu sebagai berikut.

Guru menekankan pentingnya usaha kolektif di samping usaha individudual dalam belajar. Guru menghendaki seluruh siswa berhasil dalam belajar.

Guru ingin menunjukkan pada siswa bahwa siswa dapat belajar dari temannya, 4. Guru ingin mengembangkan kemampuan komunikasi siswa.

Guru menghendaki motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar meningkat 6. Guru menghendaki berkembangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan menemukan berbagai solusi pemecahan.

Variasi-variasi dalam Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 metode yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Trianto, Metode STAD a.

Instead, they just walked to the Hokage Tower and the Council Chambers. Even as she and Naruto walked in together, she could tell this was not going to end well.

The civilian's were shouting for his head the second they saw the "demon-brat. She wasn't surprised when it was Danzo who answered for her.

Especially since I see this as nothing more then a farce. I was fighting Sasuke to get him to come home. How, if I might ask, was fighting him supposed to get him to come home?

He didn't want to make things worse then they already are. Such an act is considered genocide since he is the last member of his clan.

As such, you are deemed a traitor to the leaf. I call for a vote to decide the boy's fate. Tsunade gave the council member a death glare before returning her gaze to Naruto.

It is with great regret that I denounce your status as a member of Konoha. Tomorrow, you will be escorted by members of our village to the border and, should you ever return, you will be killed on sight.

Naruto's knees gave way as the council roared in rage. He is banished, that means right away! As such, as his doctor, I can not let him leave until I complete my observations.

Naruto, come with me. The ninja council looked at each other and, as one, followed their Hokage out. Yes, Danzo told himself. By banishing you, I will make you mine, Naruto.

I will turn you into the perfect weapon. Tsunade led the, now , former genin to her office before bursting into tears and hugging him tightly.

You don't deserve this. She nodded her approval. Naruto, I think we should tell you about your parents. The large scroll of his father's jutsu.

There were few at the gate to wish Naruto goodbye. The wounded members refused to stay in bed when their friend was leaving.

Shikamaru leaned heavily on Shino, trying to support his weight as best as he could. Choji, looking much thinner now then any time before, was supported by Ino.

Neji was banged up but he stood between his teammates with Lee crying freely to see their friend leave like this. Kiba wasn't crying or smiling but he didn't want to see Naruto banished.

She was crying her eyes out. Tsunade couldn't blame her. The girl had a giant crush on the boy and finally got her wish to start something with him but, before that relationship could ever even start, it had been crushed by the foolish council.

Naruto tried to smile weakly but, at seeing neither his team or his sensei, the fake smile vanished. Iruka was there, looking crushed, but Kakashi was not.

Hell, even the other sensei were there and all of them showed remorse for the young boy. I'm sorry I couldn't hold up my end of the deal.

Iruka tried to smile but it hurt too much to even try. You will always be a Leaf Shinobi in my head. You are, truly, a great ninja.

I am proud to call you my student. He hugged everyone goodbye, Hinata twice, before turning to Tsunade.

He shook his head. This village needs you. I need you here where you can do the most good. Especially Hinata. I'm afraid where this is going.

He broke the hug before looking down. Slowly, he removed the cursed necklace from around his head. Tsunade shook her head. I can not take it back from you.

The laugh that came from Naruto surprised everyone. I'm not actually here. Tsunade, and everyone else, couldn't help but start to laugh.

Naruto, the worst ninja of his graduating class, had just pulled one over on the council by making sure he couldn't be assassinated at the border.

As the laughter faded, however, their despair at losing perhaps the greatest potential since Minato Namikaze was too great for all those assembled.

Tsunade slammed her fist into the desk once more. It had been one year since she had lost all hope in her job. One year since she lost the last member of her family.

Rummaging through her desk drawers, she pulled out a full bottle of sake and starts to find comfort as her mind returns to that awful week.

That had been more then a year ago now. Since then, everything had gone to hell. The first thing that happened was the cut off in trade from the Land of Wind.

Shortly after, they received word from Suna that their alliance with Konoha was now void. Especially since the brand new Kazekage was personal friends with the now banished Naruto.

Gaara delivered the news personally by walking into the council chambers and releasing his killer intent on all who were assembled.

The only one still standing after the mental attack was Tsunade and the ninja council since it had been aimed away from them. The Land of Waves soon followed suit.

Their excuse being that if they treated the hero of their nation like that, they would treat the nation with equal disdain.

Having lost two of their major trade partners, the Fire Daimyo wanted answers. Tsunade gave them without fear since she was not the one who was responsible.

After finding out everything, including that Naruto was the jinchuriki of the Nine Tailed Fox and that his old friends, Minato and Kushina, were the boys parents, he lost it.

He immediately cut the village's funding and told them they were lucky he didn't start giving his missions to Suna. The boy had grown so arrogant that he took his seat on the council next to Danzo.

Somehow, he had expressed the need to rebuild his clan so much that the council allowed him to take as many wives as he wanted from any where.

He immediately wanted Hinata Hyuga but her father told him that, should he try, the entire Hyuga family, main and branch, would leave Konoha. Sauske gave up on that for the moment but, every so often, the subject came back up with the same reaction.

Sakura Haruno became his first wife three months after Naruto's banishment and subsequent disappearance. She had been so happy to have Sasuke as her husband that she, actually, passed out upon hearing the news.

However, the Uchiha didn't stop there. He, somehow, convinced Ino Yamanaka to marry him in two weeks after making chunin. With the upcoming exams, and the council in his pocket, that looked like a sure thing for the fifteen year olds.

The only thing stopping him would to be defeated in the chunin exams before the finals. Tsunade could only think of two people who could do that, and one of them was the Kazekage.

A knock on her door brought her head up. He disappeared not long after Naruto's banishment, intent on finding the boy and making him his apprentice, but he never found him.

The toads had been no help because they liked the boy. Somehow, he had broken the summoning contract, leaving Gamabunta very angry at loosing the son of Minato.

Jiraiya gave her a warning look. Don't know much but he's hidden in a cloak and hood. I can tell, he's dangerous.

Tsunade shrugged. Temari and Kankuro have no love for the village, Garra even less. Kankuro just nodded. Fight hard, beat up Team 7, leave the rest relatively unharmed.

Do you think they found someone to fill in? Gaara nodded. They will make it in to the exams. This village wants their precious Uchiha to become a chunin as much as I want his head.

Our objective is to get into at least the final round. Mission objective is to get Sasuke Uchiha. All three members of the Sand Sibling's Team nodded.

The fourth member started walking away. Gaara quickly stopped him. If you do it now, they will just kill you.

The hooded man nodded his head. I let my emotions get the better of me. Don't worry. Your one of us now. I have no doubt in my mind that you will be the one to come out on top.

Especially with your new techniques. The hooded man nodded again. Gaara shook his head. Kankuro followed not far behind as Temari left on her new mission.

Hinata Hyuga was deep in depression. Even after a year, nothing could cheer her up. She spent her time walking around the town, not really watching where she was going.

Kiba had tried for weeks to cheer her up and nothing worked. He even attempted to henge into Naruto but that had ended up with him getting punched in the face by the depressed Hyuga.

Shino and Kurenai had tried to talk to her but nothing worked. Her own father had dropped the mask of hatred that he had on for most of her life and that still did nothing for the poor girl.

The only one who could get her to talk had been Tsunade. That had just turned out information on why she was depressed.

She wasn't watching where she was going, like she had begun doing since he left, and thus walked right into someone.

Looking up, she found out that the voice belonged to Temari of the Sand. The dark haired girl nodded, not trusting her voice. She removed a small scroll from her belt and handed it to the blushing Hyuga.

Especially in the exams. I promise you. I know you have been depressed and hurting. I know this because of what Naruto told me about you.

However, I need you to do something for me. I need you to be strong. Naruto is safe and healthy. I just talked to him before writing this for you. He asked me to relay you a message.

Now, I'm here in town for the chunin exams. I am the jounin for the team that I had previously been a member of.

If you would like to talk, I have left instructions with the front desk of the main hotel that you are a welcome guest.

I apologize for cutting off all ties between our villages. I know you understand why I did it but I think I should explain several things first.

I couldn't believes that your council would throw out their greatest weapon. The power that Naruto has was something that no one can really understand who doesn't have the same power.

He helped me understand it so, in turn, I helped him harness his. That's right. I have meet with Naruto. For reasons I can not say, I will not say where he is.

I want to make sure he is as safe as you do. After all, he is my friend. What I can tell you is this, he is healthy, safe and secure.

I am staying in your village, as I am sure your spies have told you. I am the leader of my siblings' team. If you want to talk, I would love to talk with you about anything other then politics, since we are no longer allies.

Maybe you could talk with a member of my team. He has been having some trouble this past year. Tsunade sobered up fast as she read the letter before handing it over to Jiraiya to read.

He, as well, sobered up as he read. Gaara sat with his back to the wall. Temari had just returned from her mission and sat by the door, cleaning her fan.

His brother sat on the other side of the door to the room while his fourth member stood just inside the outside balcony, looking out on Konoha.

I never really expected to return here ever again. Especially after my last visit here. I have the Hokage, Jiraiya, and Hinata Hyuga out here.

Gaara nodded to Temari and she got up to join her brother. He turned back to the last member of the team.

Kazekage Integrasikan bahasa — membaca, menulis, berbicara, dan mendengar. Sumber-sumber yang tercetak b. Hal ini terjadi akibat tuntutan zaman yang semakin maju pesat dan kompleks ini, kita pun dituntut untuk menerapkan metode maupun teknik pembelajaran yang terus berkembang pula. His Zeit Now blue Auf Der Jagd Besetzung flashed with the smile on his face. Looking up, she found out that the voice belonged Kazekage Temari of the Sand.

Hal ini dapat menyebabkan anak malu untuk mengungkapkan pikirannya di muka umum, dan menjadi tidak percaya diri.

Sebagian besar anak kita sudah divonis bodoh sejak kecil karena hanya sedikit saja yang mendapat ranking. Terlebih jika anak sering dihukum dan dikritik oleh gurunya.

Kondisi seperti ini akan membuat anak-anak kita menjadi individu-individu yang tidak memiliki rasa percaya diri atau malas untuk terus belajar dan memperbaiki diri.

Jika banyak guru yang mengajar di kelas dengan suasana yang tidak kondusif, maka hal itu bukan semata kesalahan guru, tetapi merupakan kesalahan sebuah sistem pendidikan yang orientasinya kepada mengejar keberhasilan akademik, yaitu sistem yang mengejar target kurikulum sekolah dengan segenap jadwal tes harian, ulangan umum, dan ujian akhir.

Padahal menurut Megawangi, dkk. Jika harus bisa dengan mengadakan ulangan atau tes , suasana belajar menjadi penuh beban, sehingga otak limbik anak tertutup, yang akhirnya membuat anak tidak dapat mencapai potensi optimalnya.

Nah, bagaimana pendapat Anda sekarang tentang metode pembelajaran anak Anda di sekolah? Apakah belajar itu harus selalu di ruang kelas dengan suasana yang membosankan?

Apakah sekolah anak Anda sudah menerapkan metode pembelajaran yang baik? Silakan Anda menilainya. Referensi : Megawangi, R; M. Latifah; W. Indonesia Heritage Foundation.

Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Abdurrahman dan Bintoro memberi batasan model pembelajaran kooperatif sebagai pembelajaran yang secara sadar dan sistematis mengembangkan interaksi yang silih asah, silih asih, dan silih asuh antar sesama siswa sebagai latihan hidup dalam masyarakat nyata Nurhadi dan Senduk, Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang diupayakan untuk dapat meningkatkan peran serta siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berinteraksi dan belajar secara bersama meskipun mereka berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Landasan Teoritis Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif didasarkan teori konstruktivistik, bahwa siswa dapat menemukan dan memahami konsep-konsep yang dipelajari dengan cara mongkonsrruksi pengalamannya.

Usaha untuk mengkonsrruksi pengalaman akan lebih mudah dilakukan jika mereka melakukannya dengan bekerja sama. Menurut Arends 37 , akar intelektual pembelajaran kooperatif berasal dari tradisi pendidikan yang menekankan pemikiran dan praktis demokratis: belajar secara aktif, perilaku kooperatif, dan menghormati pluralisme di masyarakat yang multikultural.

Unsur-unsur Pokok Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 unsur pokok model pembelajaran kooperatif, yaitu: 1. Adanya Peserta dalam Kelompok Peserta pembelajaran kooperatif adalah para siswa yang melakukan kegiatan belajar secara berkelompok.

Pengelompokan siswa bisa dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan, misalnya minat, bakat kemampuan akademis, dst. Pertimbangan apapun yang dipilih dalam mengelompokkan siswa, tujuan pembelajaran harus yang diutamakan.

Adanya Aturan Kelompok Aturan kelompok merupakan sesuatu yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat, baik siswa sebagai peserta didik maupun siswa sebagai anggota kelompok.

Adanya Upaya Belajar Setiap Anggota Kelompok Upaya belajar merupakan segala aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuan, baik kemampuan yang telah dimiliki, maupun kemampuan yang baru.

Aktivitas belajar siswa dilakukan secara berkelompok, sehingga diantara mereka terjadi saling membelajarkan melalui tukar pikiran, pengalaman, maupun gagasan.

Adanya Tujuan yang Akan Dicapai Aspek tujuan dalam model pembelajaran ini dimaksudkan untuk memberikanb arah pada perencanaan, pelaksanaan, dan juga evaluasi.

Dengan adanya tujuan yang jelas, setiap anggota kelompok dapat memahami sasaran setiap aktivitas belajar. Karakteristik Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling berhubungan.

Elemen-elemen yang sekaligus merupakan karakteristik pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut: saling ketergantungan positif, interaksi tatap muka, akuntabilitas individual, dan keterampilan hubungan antar pribadi Nurhadi dan Senduk, Berikut penjelasan untuk masing-masing elemen.

Saling Ketergantungan Positif Saling ketergantungan positif adalah hubungan yang saling membutuhkan. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil yang optimal, yang dicapai melalui: a.

Interaksi Tatap Muka Interaksi tatap muka terwujud dengan adanya dialog yang dilakukan bukan hanya antara siswa dengan guru tetapi juga antara siswa dengan siswa.

Interaksi semacam itu memungkinkan para siswa dapat saling menjadi sumber belajar. Fakta seperti itu dibutuhkan karena ada siswa yang merasa lebih mudah belajar dari sesama siswa.

Akuntabilitas Individual Pembelajaran kooperatif terwujud dalam bentuk belajar kelompok. Meskipun demikian penilaian tertuju pada penguasaan materi belajar secara individual.

Hasil penilaian pada kemampuan individual tersebut selanjutnya disampaikan guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa diantara mereka yang memerlukan bantuan dan yang dapat memberikan bantuan.

Keterampilan Menjalin Hubungan antar Pribadi Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan menjalin hubungan antar pribadi interpersonal relationship dikembangkan.

Pengembangan kemampuan tersebut dilakukan dengan melatih siswa untuk bersikap tenggang rasa, sopan, mengkritik ide bukan pribadi, tidak mendominasi pembicaraan, menghargai pendapat orang lain, dst.

Dasar Pertimbangan Pelaksanaan Pembelajaran Kooperatif Pelaksanaan model pembelajaran kooperatif didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tertentu Sanjaya, , yaitu sebagai berikut.

Guru menekankan pentingnya usaha kolektif di samping usaha individudual dalam belajar. Guru menghendaki seluruh siswa berhasil dalam belajar.

Guru ingin menunjukkan pada siswa bahwa siswa dapat belajar dari temannya, 4. Guru ingin mengembangkan kemampuan komunikasi siswa. Guru menghendaki motivasi dan partisipasi siswa dalam belajar meningkat 6.

Guru menghendaki berkembangnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan menemukan berbagai solusi pemecahan. Variasi-variasi dalam Model Pembelajaran Kooperatif Ada 4 metode yang dapat dilaksanakan oleh guru dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif Trianto, Metode STAD a.

Metode ini dikembangkan oleh Robert Slavin dkk. Dalam metode STAD guru membagi siswa suatu kelas menjadi beberapa kelompok kecil atau tim belajar dengan jumlah anggota setiap kelompok 4 atau 5 orang siswa secara heterogen.

Setiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan saling membantu untuk menguasai materi ajar melalui Tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim.

Secara individual atau kelompok setiap satu atau dua minggu dilakukan evaluasi oleh guru untuk mengetahui penguasaan mereka terhadap materi yang telah mereka pelajari.

Setelah itu seluru siswa dalam kelas tersebut diberikan materi tes tentang materi ajar yang telah mereka pelajari. Pada saat menjalani tes mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

Fase ke menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dan memotivasi siswa untuk aktif belajar. Fase ke menyajikan materi ajar kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau melalui bahan bacaan.

Fase ke menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar. Fase ke membimbing setiap kelompok belajar untuk belajar dan bekerja.

Fase ke mengevaluasi hasil belajar dan kerja masing-masing kelompok. Fase ke Guru memberikan penghargaan pada para siswa baik sebagai individu maupun kelompok, baik karena usaha yang telah mereka lakukan maupun karena hasil yang telah meerka capai.

Metode Jigsaw a. Dalam metode Jigsaw para siswa dari suatu kelas dikelompokkan menjadi beberapa tim belajar yang beranggotakan 5 atau 6 orang secara heterogen.

Guru memberikan bahan ajar dalam bentuk teks kepada setiap kelompok dan setiap siswa dalam satu kelompok bertanggung jawab untuk mempelajari satu porsi materinya.

Para anggota dari tim-tim yang berbeda tetapi membahas topik yang sama bertemu untuk belajar dan saling membantu dalam mempelajari topic tersebut.

Kelompok semacam ini dalam metode Jigsaw disebut kelompok ahli expert group. Sintaks metode Jigsaw Pelaksanaan metode Jigsaw terdiri dari 6 langkah kegiatan Trianto, sebagai berikut.

Fase ke Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok belajar. Setiap kelompok beranggotakan 5 — 6 orang siswa. Fase ke Guru memberikan materi ajar dalam bentuk teks yang telah terbagi menjadi beberapa sub materi untuk dipelajari secara khusus oleh setiap anggota kelompok.

Fase ke Semua kelompok mempelajari materi ajar yang telah diberikan oleh guru. Fase ke Kelompok ahli bertemu dan membahas topik materi yang menjadi tanggung jawabnya.

Fase ke-5 : Anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal masing-masing home teams untuk membantu kelompoknya. Fase ke Guru mengevaluasi hasil belajar siswa secara individual.

Metode Invenstigasi Kelompok Group Investigation a. Karakteristik metode investigasi kelompok Metode investigasi kelompok dirancang oleh Herbert Thalen dan metode pembelajaran kooperatif yang paling kompleks dan paling sulit diimplementasikan Arends, Kompleksitas dan sulitnya implementasi metode ini dikarenakan keterlibatan siswa dalam merencanakan topik-topik materi ajar maupun cara mempelajarinya melalui investigasi.

Pada metode investigasi kelompok, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok secara heterogen yang masing-masing beranggota 5 atau 6 orang siswa.

Siswa memilih topik-topik tertentu untuk dipelajari, melakukan investigasi mendalam terhadap sub-sub topik yang dipilih kemudian menyiapkan dan mempresentasikan hasil belajar di kelas.

Sintaks metode investigasi kelompok Sharan dkk. Fase ke pemilihan topik Siswa memilih sub-sub topik tertentu dalam bidang permasalahan umum yang biasanya dibahas oleh guru.

Selanjutnya siswa diorganisasikan ke dalam kelompok-kelompok kecil yang beranggota 5 atau 6 orang. Fase ke perencanaan kooperatif Siswa dan guru merencanakan prosedur pembelajaran, tugas dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan sub-sub topik yang telah dipilih.

Fase ke implementasi Siswa melaksanakan rencana yang diformulasikan pada fase ke Fase ke analisis dan sintesis Sisma menganalisis dan mensistesis informasi yang diperoleh pada kegiatan fase ke Fase ke presentasi hasil akhir Beberapa atau semua kelompok melakukan presentasi di kelas tentang topik-topik yang mereka pelajari di bawah koordinasi guru.

Fase ke evaluasi Siswa dan guru mengevaluasi kontribusi masing-masing kelompok terhadap kerja kelas secara keseluruhan.

Evaluasi dapat dilakukan secara individual, kelompok, atau keduanya. Metode Struktural a. Karakteristik metode struktural Metode struktural dikembangkan oleh Spencer Kagan dkk.

Meskipun memiliki banyak persamaan dengan metode lainnya, metode structural menekankan penggunaan struktur tertent yang dirancang untuk memengaruhi pola interaksi siswa.

Dua macam struktur yang dapat dipilih guru untuk melaksanakan metode structural adalah think-pair-share dan numbered head together. Langkah pertama: thinking berpikir Guru mengajukan sebuah pertanyaan yang terkait dengan materi ajar dan memberikan waktu satu menit kepada siswa untuk memikirkan sendiri jawabannya.

Langkah kedua: pairing berpasangan Guru meminta siswa untuk mendiskusikan secara berpasangan tentang apa yang siswa pikiran Langkah ketiga: sharing berbagi Guru meminta pasangan-pasangan siswa tersebut untuk berbagi hasil diskusinya dengan seluruh siswa di kelas.

Langkah pertama: numbering penomoran Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 3 sampai 5 orang dan member setiap anggota kelompok tersebut nomor secara berurutan.

Langkah kedua: questioning pengajuan pertanyaan Guru mengajukan sebuah pertanyaan kepada siswa. Pertanyaan bias bervariasi. Langkah ketiga: head together berpikir bersama Para siswa berpikir bersama untuk menemukan jawaban atas pertanyaan dari gurunya.

Langkah keempat: answering pemberian jawaban Guru menyebut satu nomor dan para siswa dari setiap kelompok yang nomornya sama dengan nomor yang disebutkan guru mengangkat tangannya dan memberikan jawaban di depan kelas.

Buku Dua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nurhadi dan Senduk, Agus Gerrad. Malang: Penerbit Universitas Negeri Malang. Sanjaya, Wina. Jakarta: Prenada Media Group.

Jakarta: Prestasi Pustaka. Pembelajaran Tematik A. Pengertian Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu.

Dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran. Lebih luas lagi, tema itu dapat ditinjau dari bidang studi lain, seperti IPS, bahasa, dan seni.

Pembelajaran tematik menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, menawarkan kesempatan yang sangat banyak pada siswa untuk memunculkan dinamika dalam pendidikan.

Unit yang tematik adalah epitome dari seluruh bahasa pembelajaran yang memfasilitasi siswa untuk secara produktif menjawab pertanyaan yang dimunculkan sendiri dan memuaskan rasa ingin tahu dengan penghayatan secara alamiah tentang dunia di sekitar mereka.

Keuntungan pembelajaran tematik bagi guru antara lain adalah sebagai berikut: 1. Tersedia waktu lebih banyak untuk pembelajaran.

Materi pelajaran tidak dibatasi oleh jam pelajaran, melainkan dapat dilanjutkan sepanjang hari, mencakup berbagai mata pelajaran.

Hubungan antar mata pelajaran dan topik dapat diajarkan secara logis dan alami. Dapat ditunjukkan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kontinyu, tidak terbatas pada buku paket, jam pelajaran, atau bahkan empat dinding kelas.

Guru dapat membantu siswa memperluas kesempatan belajar ke berbgai aspek kehidupan. Guru bebas membantu siswa melihat masalah, situasi, atau topik dari berbagai sudut pandang.

Pengembangan masyarakat belajar terfasilitasi. Penekanan pada kompetisi bisa dikurangi dan diganti dengan kerja sama dan kolaborasi.

Bisa lebih memfokuskan diri pada proses belajar, daripada hasil belajar. Menghilangkan batas semu antar bagian-bagian kurikulum dan menyediakan pendekatan proses belajar yang integratif.

Menyediakan kurikulum yang berpusat pada siswa — yang dikaitkan dengan minat, kebutuhan, dan kecerdasan; mereka didorong untuk membuat keputusan sendiri dan bertanggung jawab pada keberhasilan belajar.

Merangsang penemuan dan penyelidikan mandiri di dalam dan di luar kelas. Membantu siswa membangun hubungan antara konsep dan ide, sehingga maningkatkan apresiasi dan pemahaman.

Kaitan Pembelajaran Tematik dengan Standar Isi Dalam kerangka dasar dan struktur kurikulum yang dikeluarkan. Mata pelajaran yang harus dicakup adalah 1 pendidikan agama, 2 pendidikan kewarganegaraan, 3 bahasa Indonesia, 4 matematika, 5 ilmu pengetahuan alam, 6 ilmu pengetahuna sosial, 7 seni budaya dan keterampilan, dan 8 pendidikan jasmani, olah raga dan kesehatan.

Dalam pembelajaran tematik, standar kompetensi dan kompetensi dasar yang termuat dalam standar isi harus dapat tercakup seluruhnya karena sifatnya masih minimal.

Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan KTSP , standar itu dapat diperkaya dengan muatan lokal atau ciri khas satuan pendidikan yang bersangkutan.

Cara Merancang Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik memerlukan perencanaan dan pengorganisasian agar dapat berhasil dengan baik.

Ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam merancang pembelajaran tematik, yaitu 1 memilih tema, 2 mengorganisir tema, 3 mengumpulkan bahan dan sumber, 4 merancang kegiatan dan proyek, dan 5 mengimplementasikan satuan pelajaran.

Memilih Tema Topik untuk pembelajaran tematik dapat berasal dari beberapa sumber. Inilah beberapa di antaranya a. Topik-topik dalam kurikulum b.

Isu-isu c. Masalah-masalah d. Event-event khusus e. Minat siswa f. Literatur 2. Mengorganisasikan Tema Pengorganisasian tema dilakukan dengan menggunakan jaringan topik, seperti contoh berikut ini.

Mengumpulkan Bahan dan Sumber Pembelajaran tematik berbeda dengan pembelajaran berdasarkan buku paket tidak hanya dalam mendesain, melainkan juga berbagai bahan yang digunakan.

Inilah beberapa sumber: a. Sumber-sumber yang tercetak b. Sumber-sumber visual c. He, somehow, convinced Ino Yamanaka to marry him in two weeks after making chunin.

With the upcoming exams, and the council in his pocket, that looked like a sure thing for the fifteen year olds.

The only thing stopping him would to be defeated in the chunin exams before the finals. Tsunade could only think of two people who could do that, and one of them was the Kazekage.

A knock on her door brought her head up. He disappeared not long after Naruto's banishment, intent on finding the boy and making him his apprentice, but he never found him.

The toads had been no help because they liked the boy. Somehow, he had broken the summoning contract, leaving Gamabunta very angry at loosing the son of Minato.

Jiraiya gave her a warning look. Don't know much but he's hidden in a cloak and hood. I can tell, he's dangerous. Tsunade shrugged.

Temari and Kankuro have no love for the village, Garra even less. Kankuro just nodded. Fight hard, beat up Team 7, leave the rest relatively unharmed.

Do you think they found someone to fill in? Gaara nodded. They will make it in to the exams. This village wants their precious Uchiha to become a chunin as much as I want his head.

Our objective is to get into at least the final round. Mission objective is to get Sasuke Uchiha. All three members of the Sand Sibling's Team nodded.

The fourth member started walking away. Gaara quickly stopped him. If you do it now, they will just kill you. The hooded man nodded his head.

I let my emotions get the better of me. Don't worry. Your one of us now. I have no doubt in my mind that you will be the one to come out on top.

Especially with your new techniques. The hooded man nodded again. Gaara shook his head. Kankuro followed not far behind as Temari left on her new mission.

Hinata Hyuga was deep in depression. Even after a year, nothing could cheer her up. She spent her time walking around the town, not really watching where she was going.

Kiba had tried for weeks to cheer her up and nothing worked. He even attempted to henge into Naruto but that had ended up with him getting punched in the face by the depressed Hyuga.

Shino and Kurenai had tried to talk to her but nothing worked. Her own father had dropped the mask of hatred that he had on for most of her life and that still did nothing for the poor girl.

The only one who could get her to talk had been Tsunade. That had just turned out information on why she was depressed.

She wasn't watching where she was going, like she had begun doing since he left, and thus walked right into someone.

Looking up, she found out that the voice belonged to Temari of the Sand. The dark haired girl nodded, not trusting her voice. She removed a small scroll from her belt and handed it to the blushing Hyuga.

Especially in the exams. I promise you. I know you have been depressed and hurting. I know this because of what Naruto told me about you. However, I need you to do something for me.

I need you to be strong. Naruto is safe and healthy. I just talked to him before writing this for you. He asked me to relay you a message.

Now, I'm here in town for the chunin exams. I am the jounin for the team that I had previously been a member of.

If you would like to talk, I have left instructions with the front desk of the main hotel that you are a welcome guest. I apologize for cutting off all ties between our villages.

I know you understand why I did it but I think I should explain several things first. I couldn't believes that your council would throw out their greatest weapon.

The power that Naruto has was something that no one can really understand who doesn't have the same power. He helped me understand it so, in turn, I helped him harness his.

That's right. I have meet with Naruto. For reasons I can not say, I will not say where he is. I want to make sure he is as safe as you do.

After all, he is my friend. What I can tell you is this, he is healthy, safe and secure. I am staying in your village, as I am sure your spies have told you.

I am the leader of my siblings' team. If you want to talk, I would love to talk with you about anything other then politics, since we are no longer allies.

Maybe you could talk with a member of my team. He has been having some trouble this past year. Tsunade sobered up fast as she read the letter before handing it over to Jiraiya to read.

He, as well, sobered up as he read. Gaara sat with his back to the wall. Temari had just returned from her mission and sat by the door, cleaning her fan.

His brother sat on the other side of the door to the room while his fourth member stood just inside the outside balcony, looking out on Konoha.

I never really expected to return here ever again. Especially after my last visit here. I have the Hokage, Jiraiya, and Hinata Hyuga out here. Gaara nodded to Temari and she got up to join her brother.

He turned back to the last member of the team. Revealing all this information before the exams? The man shrugged and shook his head as he raised his hood up and covered his face.

After all, they are the three closest…". He shut up as the door opened to allow in Temari. She led the small group in and was followed by the Hokage, Jiraiya and Hinata before Kankuro came in behind the Konoha ninja.

He closed the door and performed several privacy jutsu. The Kazekage nodded. I assume you are all here to learn of our dear friend.

You would think the two of them were brothers with the way they act around each other. Apparently, you should be thanking your luck that Naruto was the one in control when he was banished.

Gaara gave an evil smile. He made a decision, one that I would have made differently, but none the less, he's in control from now on.

Tsunade and Jiraiya looked at each other while Hinata looked confused. Why would he almost let loose? I know, but I wonder if you do.

Hinata thought about it before a blush creped into her face. Her boyfriend had refrained from destroying the whole village because of her.

Tsunade saw the fourth Suna ninja, the one who stood facing away from them all, flinch at the name. It was being controlled by an Uchiha.

Madara Uchiha. I didn't get it but now I do. Madara is, or at that time was, still alive and in control of the Nine Tails. Tsunade and Gaara nodded.

He got the increase in power while he swore he would kill Madara, Itachi and Sasuke to rid the world of the Uchiha. Everyone shared a laugh. This isn't an apology from the Kazekage to the Hokage.

It's me to you. I didn't want to cut off all our relations. However, I needed to make a point. She smiled a soft smile.

If Naruto was Hokage and you had been banished from Suna, he would have done the same thing. The hooded figure moved again, causing Tsunade's eyes to watch once more.

Especially after I learned that his fa…". The four Suna ninja laughed lightly. The only one in this room who doesn't know is Hinata and, if anyone should, it should be here.

Especially with how the brat feels about her. It's about Naruto's family. See, Hinata, Naruto is actually named after his mother's clan.

The Uzumaki are originally from the Land of Whirlpools before it fell. He couldn't take his father's last name because his father was a great ninja with many enemies.

Jiraiya nodded. He was something else. A man of many names. Feared by all ninja across the land, loved by us here in Konoha.

To his enemies, he is known as the Yellow Flash. To us, here, we know him as the Yondiame Hokage, Minato Namikaze. It took several seconds before Hinata did something she swore she would never do again.

She fainted. Two questions before I go. First, what are you all doing here? Surely there was some other jonin that could have led the team instead of you Gaara.

He nodded. However, I feel like this mission deserves a more…personal touch. Temari took care of answering him.

Destroy Sasuke Uchiha. Tsunade nodded her head. She held no love for the fallen prince of a dead clan. Oh, and whomever replaced Naruto on Team 7.

The three siblings shrugged. During the exams, Kankuro is supposed to go after the replacement. I get to hurt the pink banshee and our friend here actually volunteered to go after Sasuke.

I don't like being left in the dark. Just who the hell are you? Gaara raised a hand. I would like to attempt to reestablish friendly ties to Konoha.

I have a way we can do this but I am afraid of your response. Tsunade looked at Jiraiya. I would like to arrange a marriage between our villages.

One clan member, a male, from my side and a female from your own. Gaara looked over at the hidden man once more and received a nod from him.

Tsunade looked at the cloaked man. Gaara smiled. It was your plan. The ninja turned away before removing a thick scarf from around his face.

It dropped to the ground with a heavy thud and Tsunade and Hinata's sharp eyes caught the sight of a Konoha forehead protector on the middle of the scarf.

The man then removed his hood to reveal his hair. It was blonde and spiked up in a fashionable appearance…looking very familiar to the three Konoha ninja.

He took a few moments before turning and showing his face. As soon as they saw who it was, Tsunade was shocked, Jiraiya had a silly grin on his face and Hinata fainted once more.

His bright blue eyes flashed with the smile on his face. The whisker marks were more pronounced then before but they were all used to seeing them that it would be weird to see less of them.

The final touch was the headband, black with the Suna symbol on his forehead. I am the jinchuriki of the Nine Tailed Kyubi.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

0 Gedanken zu “Kazekage”

Schreibe einen Kommentar

Deine E-Mail-Adresse wird nicht veröffentlicht. Erforderliche Felder sind mit * markiert.